Deploy Apache di Ubuntu

Sebelumnya sedikit penjelasan, ada banyak sekali framework PHP yang bisa digunakan, namun karena strukturnya sebagian framework PHP tidak dapat membaca kode sumber pada aplikasi. Hal ini bisa mendatangkan masalah jika anda ingin menyimpan atau mendokumentasikan kode aplikasi, solusinya adalah install laravel dan menggunakan Apache yang bisa mengirimkan intruksi dan meng-compress source codenya. Kali ini saya akan melakukan deploy Apache di Ubuntu server 20.04.

Cara Deploy Apache di Ubuntu

Sebelum masuk ke pembahasan, siapkan terlebih dulu koneksi SSH ke server VPS, atau bisa baca tutorial di sini.

1. Install Apache Web Server

Agar Laravel dapat berfungsi dengan baik, Anda harus menginstall Apache terlebih dulu. Sebagai salah satu tool server HTTP yang paling banyak digunakan.

  • Install apache
$sudo apt install apache2

Secara default, Ubuntu mengaktifkan dan mengubah Apache menjadi layanan otomatis selama sistem loading berlangsung.

  • Check status layanan Apache
$sudo systemctl status apache2
  • Jika status active maka, lakukan pengecekan pada browser anda dengan ketikan http://IP_atau_domain_anda
2. Install PHP

Untungnga repositori PHP versi 7 sudah tersedia di repo Ubuntu, jadi untuk instalasinya agak mudah, dan cara installnya jalankan syntax berikut ini :

$sudo apt install php libapache2-mod-php php-mbstring php-xmlrpc php-soap php-gd php-xml php-cli php-zip php-bcmath php-tokenizer php-json php-pear
  • Setelah menjalankan syntax diatas, maka selanjutnya adalah jalankan update system pada ubuntu
$ sudo apt-get update
  • Untuk melakukan pengecekan apakah PHP sudah berfungsi atau belum, maka buatlah file di directory root Apache dan beri nama test.php
$ sudo nano /var/www/html/test.php
  • Dan buat call seperti ini :
<?php
phpinfo();
?>
  • Lakukan pengecekan pada browser anda dengan ketik’an http://IPserver-Anda/test.php
3. Conection Database
  • Untuk conection databse saya akan membuat tutorialnya secara terpisah ya, di blog ini.
4. Install Composer
  • Composer adalah PHP dependency manager yang memudahkan pengunduhan PHP library. Selain compatible dengan Laravel, Composer juga mempermudah penginstallan framework tersebut, untuk caranya lihat tutorial disini.
5. Setup Permissions file directory web server
  • Upload source code / create folder baru
$sudo mkdir -p /var/www/html/example
  • Permissions file directory tsb
$sudo chown -R $USER:$USER /var/www/html/example

$sudo chmod -R 755 /var/www/html/example

NB : Untuk file Storage / Vendor didalam example biasanya harus menggunakan permission 775

  • Permssion file directory example
$$ sudo chown -R www-data:www-data /var/www/html/example
6. Pembuatan Virtual Host untuk Apache
  • Buat virtual host baru untuk projek yang akan dibuat dengan menjalankan perintah berikut
cd /etc/apache2/sites-available
$sudo nano example.conf
  • Untuk membuat Virtual host baru, tambahkan informasi dibawah ini dengan mengganti example.com dengan alamat ip server anda atau domain anda.
<VirtualHost *:80>
   ServerName example.com
   ServerAdmin webmaster@example.com
   DocumentRoot /var/www/html/example/public

   <Directory /var/www/html/example>
       AllowOverride All
   </Directory>
   ErrorLog ${APACHE_LOG_DIR}/error.log
   CustomLog ${APACHE_LOG_DIR}/access.log combined
</VirtualHost>

Setelah Virtual Host baru selesai dibuat maka 2 hal yang harus kita lakukan :

  • Disable Vhost yang lama
$sudo a2dissite 000-default.conf
  • Enable Vhost yang baru kita buat
$sudo a2ensite example.conf

Aktifkan Apache rewrite module, lalu restart layanan Apache:

  • Rewrite module
$sudo a3enmod rewrite
  • Restart Apache
$sudo systemctl restart apache2

Kemudian akses kembali web server anda menggunakan IP atau domain, selamat mencoba.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *